Apa Arti Injil?
oleh Michael Bremmer
"Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi:
jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda
dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia." (Galatians 1:9).
Rasul Paulus memberikan kritiknya yang paling tajam ini kepada
orang-orang Kristen di Galatia. Setelah salam pembukaan yang tidak
biasanya, (Galatia 1:1-5), Paulus melanjutkan dengan , "Aku heran, bahwa
kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia
Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang
sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang
bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami
atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu
injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu,
terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang
kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu
suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah
dia." (Galatia 1:6-9).
Melihat kutukan Paulus tersebut, yang ditujukan kepada orang yang
memberitakan Injil yang berbeda, kita perlu bertanya kepada diri kita
sendiri, "Apakah Injil yang diberitakan oleh Paulus?" Pertanyaan inilah
yang akan coba dijawab oleh artikel singkat ini.
Tidak sulit bagi kita dalam mencari jawabannya. Paulus menjelaskan apa
Injil yang dia beritakan. Di suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus
memberitahukan kepada kita apa "yang sangat penting" dari Injil yang
diberitakannya: "Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan
kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan
yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan,
asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan
kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab
yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah
kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita,
sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah
dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;" (1
Korinuts 15:1-4). Injil yang Paulus beritakan adalah Yesus Kristus:
Bahwa (1) Kristus telah mati karena dosa-dosa kita (2) Ia telah
dikuburkan (3) Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga. Inilah
Injil yang diberitakan oleh Paulus, Injil yang telah didengar dan
diterima oleh orang-orang di Korintus, dan Injil yang olehnya mereka
telah diselamatkan.
Yang terpenting (inti - red) dari Injil adalah "Kristus telah mati
karena dosa-dosa kita." Di atas kayu salib, Kristus menanggung hukuman
dosa dari umatNya. Dengan kta lain, kematianNya adalah substitusi
(pengganti), atau kematian yang menebus (menggantikan) untuk kita.
Kristus mengambil tempat kita, "Yang benar untuk orang-orang yang tidak
benar", menanggung segala hukuman yang sepatutnya adalah milik kita.
Yesus dengan jelas melihat kematianNya sebagai korban pengganti untuk
para pendosa. Dalam Injil Matius, misalnya, Yesus mengatakan, "sama
seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk
melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak
orang." (Matius 20:28) Kata "bagi" dalam bahasa Yunani adalah anti yang
seringkali bermakna "sebagai pengganti dari," (in place of) atau
"daripada" (instead of). Sesuai dengan yang Yesus katakan, Dia datang
untuk memberikan nyawaNya sebagai pengganti dari banyak orang.
Dalam Kitab Perjanjian Lama Yesaya, kita dapat membaca, "Tetapi dia
tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena
kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita
ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita
sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya
sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita
sekalian." (Yesaya 53:5-6), dan, "Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan
dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban
penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan
kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia
akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang
yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan
mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang
besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai
jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke
dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak,
sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk
pemberontak-pemberontak." (Yesaya 53:10-12).
Banyak orang mengerti bahwa Yesaya 53 berbicara mengenai (mengacu
kepada) Kristus, dan apa yang dijalankanNya di atas kayu salib. Kita
tidak perlu lagi meragukan bahwa ayat tersebut mengacu kepada Nya,
karena Yesus, berbicara mengenai diriNya sendiri, juga mengutip dari
ayat tersebut. Kepada murid-muridNya, Yesus berkata: "Sebab Aku berkata
kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan
terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis
tentang Aku sedang digenapi." (Lukas 22:37). Yesus mengutip dari Yesaya
53:12.
Kristus mengerti kematianNya sebagai korban pengganti bagi para pendosa.
Kematian Kristus di atas kayu salib bukanlah kecelakaan atau kebetulan.
KematianNya adalah pemenuhan rencana Allah yang kekal untuk menebus para
pendosa yang telah terhilang (Kisah Para Rasul 2:23) dengan mengambil
tempat kita, dan menderita penghukuman yang seharusnya milik kita.
Rasul Petrus mengatakan hal yang sama, "Ia sendiri telah memikul dosa
kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati
terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah
sembuh." (1 Petrus 2:24). Dan juga, "Sebab juga Kristus telah mati
sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang
tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh
dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan
menurut Roh" (1 Petrus 3:18). Dan rasul Paulus, pada kesempatan lain,
menulis: "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa
karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." (2 Korintus
5:21), dan, "tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk
orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan
Yahudi suatu kebodohan," (1 Korintus 1:23).
Karena itu, ketika Paulus mengatakan kepada jemaat di Korintus bahwa
"yang terpenting" Kristus telah mati untuk dosa-dosa kita, dia
menyatakan bahwa Kristus telah mengambil tempat kita, dan membayar
hukuman dosa kita. Itulah Injil yang diberitakan oleh Paulus.
Pada salib Yesus, mata saya dapat melihat
Rupa mengerikan dari orang yang menderita bagiku di sana.
Dan dari hatiku yang berduka, dengan air mata, aku mengakui dua
keajaiban, --
Keajaiban kasih yang menebus, dan ke-tidaklayakkan-ku.
Elizabeth C. Clephane
(Original:
Upon the cross of Jesus, mine eye at times can see
The very dying form of the one who suffered there for me.
And from my stricken heart with tears two wonders I confess,--
The Wonders of redeeming love, and my own worthlessness.
)
Untuk mengingatkan Jemaat Korintus terhadap Injil yang diberitakannya,
Paulus juga menyatakan bahwa Kristus telah dikuburkan. Dengan kata lain,
Kristus telah mengalami kematian fisik; dan kematianNya dan
penguburanNya menjadi "kata pengantar" menuju bagian terakhir dari Injil
yang diberitakannya-Kebangkitan Kristus.
Kebangkitan Yesus Kristus adalah bagian penting (esensial - red) dari
Injil yang Paulus beritakan. Paulus menjelaskan pentingnya Kebangkitan
dalam bagi Injil dan bagi keselamatan kita: "Tetapi andaikata Kristus
tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga
kepercayaan kamu." (1 Korintus 15:14) dan, "Dan jika Kristus tidak
dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan (faith) kamu dan kamu masih
hidup dalam dosamu." (1 Korintus 15:17). Kebangkitan merupakan bukti
bahwa Kristus telah membayar dosa kita, dan bahwa kematianNya
menggantikan kita di atas kayu salib telah memenuhi segala yang dituntut
oleh Allah terhadap kita. Kristus, telah membayar harganya, Allah
membangkitkanNya dari kematian. Dengan kebangkitan Kristus, kita tahu
bahwa karya penebusanNya telah sempurna. Karena itu, jika kita
menyampaikan kepada para pendosa, untuk percaya kepada Kristus, itu kita
harus menyampaikan bahwa Kristus telah mati untuk dosa-dosa kita, telah
dikuburkan, dan pada hari yang ketiga dibangkitkan dari antara orang
mati. Ini bukan berarti kita sekedar percaya kepada fakta ini, tetapi
kita percaya kepada pribadi Kristus sendiri, sebagaimana telah
diwahyukan kepada kita melalui Injil. Dan juga, bagaimana Ia diwahyukan
kepada kita, adalah Injil, dan "yang terpenting" adalah bahwa Ia telah
mati untuk dosa, dikuburkan, dan dibangkitkan. Semua orang yang mengaku
sebagai orang Kristen, tetapi menyangkal kematian Kristus sebagai ganti
dosa, menyangkal kematian fisikNya, atau menyangkal kebangkitan
fisikNya, maka semua iman kepercayaan orang tersebut adalah sia-sia.
Ada juga orang-orang yang menyampaikan Injil, tetapi menambahkan sesuatu
ke dalam Injil tersebut. Pada bagian awal dari sejarah gereja ada
orang-orang yang mengacaukan pesan Injil yang sederhana, dengan
mengatakan, "bahwa Iman di dalam Kristus saja tidaklah cukup." Di dalam
Kitab Kisah Para Rasul 15 beberapa orang dari pemberita Injil palsu ini
datang kepada Paulus, dan mengatakan kepada Paulus bahwa Injil yang
disampaikan oleh Paulus tidaklah cukup. "Kecuali kau disunat", kata
mereka, "kau tidak mungkin bisa diselamatkan." Karena para pengajar
palsu ini, sidang jemaat pertama diselenggarakan (diadakan - red). Di
situlah rasul Petrus menyatakan: "Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh
kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama
seperti mereka juga." (Kisah Para Rasul 15:11).
Sama seperti pada masa gereja mula-mula, pada masa kini ada banyak
gangguan terhadap kesederhanaan pesan Injil. Kematian Kristus untuk
dosa, penguburanNya, dan kebangkitanNya tidaklah lagi menjadi "yang
terpenting", tetapi ditambahkan menjadi Kematian Kristus untuk dosa,
penguburanNya, kebangkitanNya, dan baptisan; atau Kematian Kristus untuk
dosa, penguburanNya, kebangkitanNya, dan perbuatan baik. Semua yang
diperlukan hanyalah imana di dalam Kristus. Semua, yang menambahkan
sesuatu yang harus dilakukan, agar kita dapat diselamatkan, telah
memberitakan Injil yang lain, dan mereka adalah terkutuk. Kepada mereka
yang telah dikacaukan oleh para pengajar yang salah dari Injil yang
lain, Saya menyarankan untuk membaca apa yang tertulis di dalam Kitab
suci dengan teliti. Paulus memberitahukan kepada orang-orang percaya di
Korintus, bahwa Injil yang telah dia terima dan beritakan, adalah Injil
yang telah mereka terima, dan Injil yang olehnya mereka diselamatkan,
adalah "bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan
Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan,
pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" Inilah isi Injil yang
disampaikan oleh Paulus.
Baptisan penting, tetapi tidaklah penting (vital - red) untuk
keselamatan. Itulah alasan mengapa Paulus tidak menyebutkan hal tersebut
di dalam 1 Korintus, ketika ia mengingatkan jemaat di Korintus, mengenai
hal-hal "yang terpenting." Demikian juga, pekerjaan baik pun penting,
tetapi tidak dapat menyebabkan keselamatan. Kita berbuat baik bukan
sebagai prasyarat untuk keselamatan, melainkan "dampak seharusnya
(sewajarnya)" dari keselamatan.
Isi dari Injil begitu sederhana - cukup sederhana untuk dimengerti oleh
anak kecil - dan cukup untuk keselamatan bagi semua orang yang percaya
hanya kepada Kristus. Kita harus semakin bertumbuh di dalam pengetahuan
dan iman terhadap Tuhan Yesus Kristus. Kita harus mencoba untuk sejauh
yang diwahyukan oleh Kitab Suci mengenai doktrin Keselamatan, Pembenaran
partikuler (tertentu), dan Penebusan.
Terjemahan bebas dari http://www.mbrem.com/shorttakes/gospel.htm
Ayat-ayat untuk direnungkan:
Roma 3:20-26
Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh
karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang
mengenal dosa. Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah
dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab
para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi
semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang
telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih
karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus
Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian
karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan
keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi
dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan
keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga
membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Roma 4:1-16
Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani
kita? Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia
beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab
apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan,
dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Kalau
ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah,
tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun
percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya
diperhitungkan menjadi kebenaran. Seperti juga Daud menyebut berbahagia
orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:
"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang
ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak
diperhitungkan Tuhan kepadanya." Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku
bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah
kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai
kebenaran. Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau
sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya. Dan tanda
sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang
ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa
semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan
kepada mereka, dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka
yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham,
bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat. Sebab bukan karena hukum
Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia
akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. Sebab
jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang
dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu. Karena
hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat,
di situ tidak ada juga pelanggaran. Karena itulah kebenaran berdasarkan
iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi
semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum
Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab
Abraham adalah bapa kita semua, --
Roma 11:2-6
Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu,
apa yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel
kepada Allah: "Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu
telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan
mereka ingin mencabut nyawaku." Tetapi bagaimanakah firman Allah
kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak
pernah sujud menyembah Baal." Demikian juga pada waktu ini ada tinggal
suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. Tetapi jika hal itu terjadi
karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak
demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.
Efesus 2:8-10
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil
usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada
orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan
dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan
Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Filipi 3:3-9
karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan
bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal
lahiriah. Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada
hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya
pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: disunat pada hari kedelapan, dari
bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian
terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya
jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak
bercacat. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang
kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi,
karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada
semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan
menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam
Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat,
melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu
kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment